18 April 2026
Beranda blog Halaman 42779

Indonesia Lampaui Target Asian Paragames 2014

Jakarta, Aktual.co — Kontingen Indonesia berhasil melampaui target, baik pengumpulan medali maupun peringkat saat tampil di Asian Paragames 2014 yang berakhir Jumat (24/10) di Incheon, Korea Selatan.

Kontingen Indonesia yang berkekuatan 70 atlet tersebut, berhasil berada pada peringkat kesembilan dengan meraih sembilan medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu.

Padahal, target yang dicanangkan Indonesia sebelum berlaga pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara atlet difabel ini, adalah menembus peringkat 10 besar dengan meraih tujuh medali emas.

Sembilan medali emas yang direbut atlet Indonesia berasal dari cabang olahraga bulu tangkis (empat emas), renang (tiga emas), dan tenis meja (dua medali emas).

Bahkan, dua perenang Indonesia, yaitu Mulyana dan Melianus Marinus Yowei, berhasil memecahkan rekor dunia dan Asia. Mulyana yang turun di nomor 50 meter gaya bebas kelompok S4 meraih catatan waktu 39,44 detik, sedangkan rekor dunia dipegang perenang Slovakia Darko Duric dengan catatan 40,48 detik yang diraih saat tampil pada Paralympic 2012 di London, Inggris.

Sementara itu, Melinus Yowei yang turun di nomor 100 meter gaya punggung kelompok SB13 berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1:17.43, sedangkan rekor Asia atas nama perenang Jaranding Julius Anak dari Malaysia, yaitu 1:19.73 yang diraih saat babak penyisihan Asian Paragames 2014 di Incheon Korea Selatan ini.

Di cabang bulu tangkis, empat medali emas tersebut direbut Fredy Setiawan di nomor tunggal putra kelompok SL4, Ukun Rukaendi di kelompok SL3, ganda campuran pasangan Hery Susanto/Ukun Rukaendi di kelompok SL3-4, dan ganda campuran atas nama Fredy Setaiawan Leani Ratri.

Pada Asian Paragames 2014 ini, Indonesia mengikuti delapan cabang olahraga yaitu atletik, bulu tangkis, renang, panahan, tenis lapangan, angkat berat, tenis meja, dan ten pin boling.

Ketua Umum Pengurus Pusat National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Mabun mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur Indonesia bisa memenuhi target, bahkan melampaui target.

“Latihan atlet selama menjalani pelatnas di Solo membuahkan hasil di sini,” katanya.

Pada acara penutupan di Stadion Munhak Incheon ini juga diserahkan bendera Asian Paragames kepada Indonesia yang diterima oleh Deputi Bidang Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Joko Pekik mengingat Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Paragames 2018.

Perolehan medali Asian Paragames 2014:
Emas Perak Perunggu
1. Tiongkok 174 95 48
2. Korsel 72 62 77
3. Jepang 38 49 56
4. Iran 37 52 31
5. Uzbekistan 22 5 4
6. Thailand 21 39 47
7. Malaysia 15 20 27
8. Hong Kong 10 15 19
9. Indonesia 9 11 18
10. Vietnam 9 7 13
11. Kazakstan 7 6 11
12. Irak 6 6 19
13. Uni Emirat Arab 4 12 9
14. Taiwan 4 10 24
15. India 3 14 16
16. Qatar 3 – 2
17. Mongolia 2 1 8
18. Saudi Arabia 2 1 1
19. Sri Lanka 1 6 7
20. Yordania 1 4 4
21. Syiria 1 2 2
22. Myanmar 1 1 5
23. Singapura 1 1 4
24. Filipina – 5 5
25. Kuwait – 4 1
26. Turkmenistan – 2 1
27. Libanon – 2 –
28. Bahrain – 1 2
29. Brunei Darussalam – – 2
30. Korea Utara – – 2
31. Macao – – 1
32. Pakistan – – 1

Artikel ini ditulis oleh:

Patung Selamat Datang di Bundaran HI Dibuat Saat Asian Games IV

Jakarta, Aktual.co — Patung ini dibuat untuk menyambut atlet dan tamu kehormatan berbagai negara saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV. Lokasi tepat berada di jantung ibukota, Jakarta, yang mempertemukan jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan M.H. Thamrin.
Letaknya persis di tengah-tengah bundaran air mancur depan Hotel Indonesia. Patung yang terletak di tengah Bundaran HI ini berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung yang menghadap ke sebelah Utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah pelabuhan.
Rancangan dikerjakan oleh Edhi Sunarso bersama dengan Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Patung perunggu setinggi 17 meter (7 meter dari kaki patung sampai tangan yang melambai, 10 meter penyangga) ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962 dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. 
Di sekitar patung ini terdapat 5 formasi Air Mancur yang dijadikan simbol ideologi Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila. Simbol ini juga berperan untuk memberikan salam kepada kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. Dikutip dari mbahdaur dan sumber lainnya,, Jumat (24/10).

Korupsi Chevron, Kejagung Segera Periksa Alexiat

Jakarta, Aktual.co — Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto menegaskan, proses hukum tersangka kasus korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) Alexiat Tirtawidjaja akan lebih diintensifkan.

Menurut Andhi, Jampidsus R Widyo Pramono harus lebih intensif menangani kasus Alexiat, mengingat putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tetap menghukum karyawan CPI Bachtiar Abdul Fatah empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta dalam kasus ini.

“Itu jampidsus, itu teknis penyidikan ya. Ya mestinya perlu untuk diproses, ditindaklanjutilah ya,” ujar Andhi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/10).

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung Suyadi menyatakan, pihaknya masih memburu Alexiat Tirtawidjaja, tersangka kasus korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), yang berada di Amerika Serikat (AS).

“Jadi, setelah enam berkas tersangka terdahulu ER (Endah Rumbiyanti) dan kawan-kawan, kini kami tengah mengupayakan agar tersangka ketujuh, AT dapat dihadirkan dari Amerika Serikat (AS) ke Tanah Air,” ujar Suyadi, di Jakarta, Senin (6/10).

Untuk memulangkan mantan General Manager PT CPI itu, penyidik telah melakukan berbagai upaya, mulai dari meminta bantuan Kedubes RI di AS, Tim Monitoring Center Kejaksaan Agung, hingga  meminta bantuan melalui Departemen Luar Negeri dan NCB-Interpol.

Meski sampai saat ini belum berhasil, namun semua pihak akan terus bergerak, sehingga Suyadi mengaku optimistis bisa meringkus dan menyeret Alexiat ke Tanah Air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami yakin dapat memulangkan dan mengadilinya di Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, tersangka Alexiat berhasil meloloskan diri ke AS saat penyidik pidana khusus mulai menyidik kasus ini awal tahun 2012 silam. Alexiat meminta izin ke Kejaksaan Agung dengan dalih akan menemani perawatan suaminya yang tengah sakit di negeri paman sam selama 6 bulan.

Namun hingga 6 bulan berlalu, bahkan hingga sudah dua kali ganti tahun, Alexiat tak kunjung pulang meski berkali-kali penyidik memannggilnya. Belakangan, tersiar kabar Alexiat masih berada di AS karena mendapat promosi jabatan baru di perushaan minyak dan gas asal AS itu.

Dalam kasus bioremediasi ini, selain Alexiat yang berstatus buron, Kejaksaan Agung telah menetapkan 6 tersangka lainnya, yakni 4 pegawai PT CPI telah divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, masing-masing dihukum 2 tahun bui, denda bervariasi Rp 100-200 juta, atau subsider 3 bulan kurungan.

Putusan itu pun sudah diperkuat Pengadilan Tinggi Jakarta, mereka adalah Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS), Endah Rumbiyanti; Kukuh Kertasafari (Team Leader SLS Migas), Widodo (Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau), dan Bachtiar Abdul Fatah (General Manager SLS Operation).

Sedangkan dua tersangka lain dari pihak kontraktor dan Pengadilan Tinggi DKI menghukum 3 tahun bui terhadap Direktur PT Sumigita Jaya, Herland bin Ompo. Kemudian 2 tahun bui terhadap Direktur PT Green Planet Indonesia, Ricksy Prematuri. Namun terhadap tersangka Ricksy, hakim kasasi MA telah menjatuhi hukuman 5 tahun bui pada 10 Februari 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tentang Sejarah Pembuatan Patung Jenderal Sudirman

Jakarta, Aktual.co — Buat Anda yang mungkin pernah menonton film Naga Bonar 2 pastilah sudah tidak asing lagi dengan patung megah hormatnya di jalan Sudirman. Sebuah patung megah bernama patung Jenderal Sudirman yang mewarnai ibu kota Jakarta. 
Patung yang berukuran 12 meter yang terdiri dari tinggi patung 6,5 meter dab penyangga 5,5 meter terletak di kawasan dukuh atas tepatnya depan gedung BNI di tengah ruas jalan yang membelah dua jalan Sudirman dan berbatasan dengan Jalan Thamrin.
Patung Sudirman ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton dengan anggaran sebesar Rp3,5 Miliar dan dikerjakan oleh seniman sekaligus dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung, Sunario.
Sosok Jenderal Sudirman digambarkan berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis. Karena berdiri di tengah kawasan yang penuh dengan beragam aktivitas, patung sengaja didesain sederhana dan tidak memerlukan banyak rincian.
Menurut rencana patung Jenderal Sudirman akan diresmikan 22 juni 2003 bertepatan HUT ke-476 Jakarta, namun tidak terealisasi. Dan pada akhirnya peresmian dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2003. Peresmian sempat diwarnai unjuk rasa sekelompok pemuda. Dikarenakan arti dari patung tersebut, panglima besar kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia kini telah pudar maknanya.
Jenderal Sudirman adalah pemimpin pasukan gerilya pada masa perang kemerdekaan (1945-1946). Ia menyandang anugrah panglima besar, jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara layak dikenang dan diabadikan.

Hemat Hingga USD40 Juta, Adaro Energy Lakukan Pelunasan Obligasi

Jakarta, Aktual.co — Perseroan Terbatas Adaro Energy Tbk (ADRO) melakukan opsi pelunasan obligasi lebih cepat yang diterbitkan 22 Oktober 2009 dengan nilai nominal sebesar 800 juta dolar AS.

Direktur dan Chief Financial Officer Adaro, David Tendian dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/10), mengatakan bahwa sumber pendanaan untuk pelunasan obligasi tersebut berasal dari sebagian dana hasil pinjaman yang diperoleh sebesar satu miliar dolar AS berdasarkan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman tertanggal 25 Agustus 2014 serta kas internal.

“Fasilitas pinjaman ‘amortizing’ memiliki biaya yang lebih rendah daripada obligasi. Pelunasan obligasi dengan menggunakan kombinasi antara fasilitas pinjaman dan kas internal ini akan memperpanjang tanggal jatuh tempo utang,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, fasilitas pinjaman “amortizing” juga dapat menurunkan biaya pendanaan, dan mempertahankan struktur pemodalan yang kuat.

“Dengan pelunasan ini, Adaro akan menghemat beban bunga sampai dengan 40 juta dolar AS per tahun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa aktivitas “refinancing” ini sejalan dengan strategi perseroan untuk mempertahankan neraca yang kuat dan likuiditas yang fleksibel.

“Di tengah kondisi harga batu bara yang sulit, kami akan fokus untuk menjaga tingkat permodalan, efisiensi biaya, dan pengurangan jumlah utang. Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahun ini, dan menjalankan strategi jangka panjang kami,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Aktivis Korsel Akan Terus Sebar Selebaran Anti-Korut

Jakarta, Aktual.co — Para pegiat Korea Selatan Jumat berikrar akan tetap menyebarkan pamflet-pamflet di perbatasan dengan Korea Utara, meskipun ada ancaman pembalasan dari Pyongyang.
Para pegiat berencana melepaskan balon-balon yang membawa 40.000 selebaran mengecam pemerintah Korut melintas perbatasan yang dijaga ketat oleh militer. 
Pyongyang, yang menyebut para pegiat itu sebagai “sampah masyarakat” telah lama mengecam peluncuran itu dan dalam pekan-pekan belakangan ini meningkatkan tuntutan kepada pemerintah Seoul untuk melarang kegiatan itu.
Dua pekan lalu,penjaga perbatasan Korut berusaha menembak jatuh beberapa balon, yang memicu baku tembak senapan mesin singkat antara kedua pihak.
“Jika operasi penyebaran pamplet dilakukan kembali kendatipun berulang-ulang diperingatkan, hubungan antar-Korea akan dapat menimbulkan malapetaka yang tidak dapat dikendalikan,” kata Korut dalam satu pernyataan, Kamis.
Korut juga memperingatkan bahwa kegagalan menghentikan penyebaran pamplet itu mendatang dapat membuang peluang bagi dimulainya kembali perundingan tingkat pejabat tinggi antara kedua Korea.
Korsel mengatakan tidak ada landasan hukum bagi satu larangan kosong, tetapi mendesak para pegiat untuk menggunakan akal sehat dan menahan diri.
Kelompok-klompok yang berada dibelakang peluncuran pamplet Sabtu nanti tetap bersikeras dan mereka akan tetap melaksanakan kegiatan itu di kota perbatasan Paju, sekitar 40km barat laut Seoul.
“Kami tidak melihat ada alasan untuk menghentikannya. Kami tidak akan peduli ancaman-ancaman dari Korut” kata penyelenggara utama Choi Woo-Won, seorang profesor filsafat di Universitas Busan.
Tetapi penentangan pada pelucuran itu tidak hanya datang dari Pyongyang.
Puluhan orang melakukan aksi duduk di lokasi yang menurut rencana akan menjadi tempat peluncuran itu sejak Kamis, memprotes bahwa akan ada ancaman pembalasan militer yang dapat dipercaya dan para pegiat mempertaruhkan nyawa mereka dan berbahaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain