12 April 2026
Beranda blog Halaman 42988

Indra Sjafri Harap Semangat Timnas U-19 Tetap Menyala

Jakarta, Aktual.co — Kekalahan di Piala AFC U-19, membuat Timnas Indonesia U-19 terpaksa pulang lebih awal ke Tanah Air. Hal ini karena kekalahan beruntun, yang dialami anak asuh Indra Sjafri itu.

Meski mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut, Indra Sjafri berharap, kedepannya semangat Tim Garuda Jaya bisa kembali menyala untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

“Saya harap mental anak-anak akan kembali membara untuk berjuang di level selanjutnya,” kata Indra Sjafri, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (16/10) malam WIB.

Evan Dimas Cs, memang diproyeksikan untuk bisa masuk dalam empat besar Piala AFC U-19 ini, guna bisa lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang.

“Garuda Jaya memang gagal meraih impiannya untuk bisa berlaga di Piala Dunia U-20. Namun demikian, ini bukanlah akhir dari perjalanan Tim Garuda Jaya. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berprestasi di level klub di dalam maupun luar negeri. Besar juga kemungkinan mereka kembali membela Indonesia di Timnas senior nanti,” lanjut pelatih asal Sumatera Barat itu.

Dalam pertandingan Piala AFC U-19 itu, dalam pertandingan perdana, Indonesia kalah 1-3 dari Uzbekistan. Kemudian kembali kalah dari Australia 0-1. Dan pada pertandingan ketiga, Indonesia juga kembali menelan kekalahan 1-4 dari Uni Emirat Arab.

Artikel ini ditulis oleh:

Milih Wagub, Ahok Ngaku Tanya Pendapat Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Untuk urusan memilih wakil yang ideal, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja ternyata juga meminta nasehat dari mantan Gubernur DKI Joko Widodo.
Diskusi dengan Jokowi, ujarnya, dilakukan untuk mendapat masukkan soal sosok yang dianggap ideal untuk mendampinginya sebagai wagub setelah dilantik sebagai Gubernur DKI.
“Iya dong kami pasti tanya sama beliau (Jokowi). Kami diskusi siapa yang lebih cocok bekerja dengan saya,” ujar Ahok di Balaikota, Kamis (16/10).
Namun saat ditanya siapa saja nama kandidat Wagub DKI yang dibahasnya dengan Jokowi, Ahok memilih bungkam. “Masih dirahasiakan.”
Meskipun mantan atasannya di Pemprov DKI itu, diakuinya, sudah memberi saran sosok cawagub yang dinilai cocok  mendampinginya.
Kendati demikian Ahok mengaku kalau saran Jokowi masih perlu dipikirkan lebih lanjut. 
“Pak Jokowi sudah ngomong siapa yang lebih cocok. Nanti kami pikirin deh,” tambahnya.
Sejauh ini, berbagai nama bermunculan dari partai pengusung sebagai kandidat cawagub untuk mendampingi Ahok yang tak lama lagi akan naik jadi Gubernur DKI.
Antara lain nama Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta, Boy Sadikin. Lalu dari Gerindra juga memunculkan nama Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. 
Sedangkan Ahok sendiri sebelumnya juga sudah menyebut-nyebut nama mantan Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli, mantan Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, serta Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Sarwo Handayani.

Artikel ini ditulis oleh:

Teken Amandemen Kontrak Karya, CT: Vale Jadi yang Pertama

Jakarta, Aktual.co — Penandatanganan amandemen kontrak karya minerba adalah wujud komitmen Pemerintah untuk memenuhi salah satu amanah UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara untuk melakukan renegosiasi terhadap kontrak karya dan PKP2B.

Renegosiasi telah dilaksanakan terhadap 34 KK dan 74 PKP2B, yang sampai dengan hari ini baru terdapat 24 KK dan 60 PKP2B yang telah menyepakati keseluruhan isu strategis yang meliputi luas wilayah, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan Negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi dan kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal, barang-barang dan jasa dalam negeri. Dari 24 KK tersebut, hari ini telah dicapai tahapan penting (milestone) yakni penandatanganan amandemen kontrak PT Vale Indonesia yang telah menyetujui semua yang dinegosiasikan termasuk enam isu stategis itu.

“UUD 1945 pasal 33 mengamanatkan bahwa yang berada dalam bumi Indonesia dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Fungsi negara memastikan apa yang jadi amanat dasar UU 1945 bisa diimplementasikan dengan baik. Sejauh ini baru satu yang menyelesaikan amandemen KK yaitu PT Vale,” kata Plt. Menteri ESDM Chairul Tanjung (CT) di Kementeriannya, Jakarta, Jumat (17/10).

Selain itu, CT juga mengapresiasi kinerja PT Vale yang telah menjadi satu-satunya perusahaan terdepan yang mengamandemen KK-nya dari 24 Perusahaan yang ada. CT berharap 23 perusahaan lainnya dapat segera menyelesaikan hal tersebut di era pemerintahan baru mendatang.

“Vale jadi yang pertama dan satu-satunya yang bisa mengamandemen KK. Kita harapkan semuanya yang belum selesai, yakni sebanyak 23 perusahaan bisa selesai diamandemen di pemerintahan baru,” ucapnya.

Sebagai informasi, dengan telah ditandatanganinya amandemen kontrak dengan PT Vale Indonesia tersebut, maka manfaat yang akan diperoleh Negara antara lain meliputi, komitmen total investasi sebesar kurang lebih USD4 miliar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi tenggara, Peningkatan tarif royalti nickel matte dari semula 0,9 persen menjadi 2 persen atau apabila rata-rata LME Nickel Official Seattlement Price sama atau lebih besar dari USD21.000.00/MT pada bulan sebelumnya, maka tarif royalti nickel matte akan ditingkatkan menjadi 3 persen.

Selain itu, manfaat lain yang akan diperoleh Negara adalah divestasi sampai dengan sebesar 40 persen kepada peserta Indonesia serta luas wilayah yang semula 190.509 Ha diciutkan menjadi 118.435 Ha sehingga menambah wilayah pencadangan Negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kapolri: Pengamanan Jokowi dan Tamu VVIP Tanggung Jawab TNI

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jendral Sutarman memastikan bahwa pihaknya sudah siap untuk mengamankan pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK), di gedung DPR/MPR Senayan pada Senin 20 Agustus 2014 mendatang.
Pengamanan tersebut, dilakukan mulai dari jalannya pengucapan sumpah jabatan hingga prosesi arak-arakan masa pendukung Jokowi ke Istana, hingga malam kegiatan rakyat di Monas.
“Saya pastikan seluruh kekuatan sudah siap untuk  mengamankan. Kelengkapan yang digunakan juga siap dan  tahapan atau step sampai step 6 sudah siap dan dalam keadaan yang terkendali,” ujar Kapolri sutarman saat tinjau pasukan di Monas, Jakarta, Jumat (17/10).
Sutarman mengatakan, dengan kesiapan sekitar 24.815 personil, termasuk anggota TNI yang diturunkan, maka diharapkan kekuatan yang ada di Monas dan titik lainnya, situasi dapat aman tertib dan damai.
“Sehingga suksesi pemerintahan akan berjalan dengan baik. Karena pengamanan internal presiden dan wapres serta kepala negara asing adalah tanggungjawab TNI. Dan kita juga mem-BKO-kan personil di TNI untuk bersama-sama pengamanan langsung yang dikendalikan paspamres,” papar dia.
Disamping aktivitas keseluruhan, kata bekas Kabareskrim itu, polisi juga mengamankan dari VVIP yang terkoordinasikan. Sehingga, sambungnya, dari hasil apel personil dari Polri dan TNI pada Kamis 16 Oktober kemarin, bersama Panglima TNI Jendral Moeldoko, dan Kapolda Metrojaya Irjen Ungung Cahyono pihaknya sudah mengecek secara teknis personil yang diturunkan.
“Seluruh prosesi dari pengambilan sumpah dan janji sampai selesai dapat berjalan tertib. Sampai sekarang masih dalam ksituasi kondusif  aman dan kemarin kita juga bertemu pimpinan MPR bahwa di dalam tidak ada persoalan terkait pengamanan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ekonomi Ditangan Sri Mulyani, Indonesia Bermazhab Neoliberalisme

Jakarta, Aktual.co — Kabar masuknya nama bekas menteri keuangan Sri Mulayani Indrawati (SMI) sebagai calon Menko Perekonomian dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK mendapat penolakan keras dari sejumlah elemen masyarakat.
Sekertaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggran (Fitra), Yenni Sucipto mengatakan bahwa Sri Mulyani akan membawa Indonesia dalam ekonominya akan tetap ketergantungan dengan pihak asing atau bermazhab neoliberalisme.
“Ketika nama Sri Mulyani itu muncul, mau gimana lagi membawa Indonesia ketidak mandirian lagi, bisa-bisa negara ini hancur. Dia, tidak sesuai dengan amalan konstitusi, tidak sesuai pancasila yang menjadi sistem di negara kita,” kata dia dalam acara diskusi bertajuk “Pak Jokowi: Tidak Pada Kabinet Mafia, Koruptor dna Neoliberal”, di Kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Jumat (17/10).
Penolakan terhadap SMI, kta dia, bukan tanpa alasan dan dasar. Ketika Sri Mulyani masih menjabat sebagai menteri keuangan di kabinet Indonesia bersatu jilid I, dia melakukan analisa tentang kebijakan pemerintah mengenai asumsi makro sebagai tolak ukur penyusunan APBN tiap tahunnya.
“Kita pernah 2005 sempat melakukan analisa tentang kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui tangan Sri Mulyani, melalui asumsi makro ekonomi kita. Dari situ saja kita sudah bisa melihat bahwa kedepannya Indonesia tidak akan mandiri dengan model asumsi makro ekonomi yang disusun oleh Sri Mulyani,” kata dia.
“Dalam asumsi itu dimunculkan bahwa, asumsi makro itu selalu kuantitatif, tetapi tidak mau memunculkan soal kesenjangan antar wilayah, dalam kesejangan pendapatan tidak ada. Padahal, penyusunan APBN itu selalu mengacu pada asumsi makro dan itu masih dipakai pada masa kepemimpinan SBY terakhir kalinya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Basrief: Jaksa Agung dari Internal Lebih Selesaikan Masalah

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung Basrief Arief akan mengakhiri masa jabatannya dalam waktu dekat. Namun, Basrief enggan membocorkan siapa nama-nama yang diusulkannya kepada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menjabat Jaksa Agung ke depan.
Basrief mengaku setelah tak lagi menjabat sebagai Jaksa Agung, dia akan siap memberikan masukan kepada siapapun penggantinya kelak.
“Saya tidak pernah bosan, walau saya (nanti) sudah berada di luar. Saya tidak akan bosan sepanjang Jaksa Agung-nya nanti mau mendengar apa yang saya sampaikan,” ungkap Basrief kepada wartawan usai Salat Jumat di Kejagung, Jakarta, Jumat (17/10).
Dia mengaku akan mendukung sepenuhnya siapapun yang menjadi Jaksa Agung pengganti dirinya. Dia pun yakin, Jaksa Agung baru akan lebih baik memimpin Korps Adhiyaksa.
“Saya yakin, kita dukung sepenuhnya. Kita jangan pesimis, kita harus optimis memberi dukungan penuh kepada siapapun yang memimpin Kejagung. Saya sendiri akan memberikan dukungan,” kata Basrief.
Dia tak mau membicarakan dikotomi Jaksa Agung dari internal atau eksternal kejaksaan. Meski demikian, ia yakin kejaksaan tidak pernah main-main dalam penegakan hukum maupun pembenahan di internal. Namun, dia mengisyaratkan jika Jaksa Agung dari internal mampu untuk memimpin Kejagung. 
“Saya masih berkeyakinan internal dapat menyelesaikan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain