Ketua DPR: Tindak Tegas Spekulan Dolar
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal dan BI sebagai otoritas moneter lebih kreatif melancarkan jurus-jurus yang tepat dalam menghadapi pelemahan rupiah. Misalnya melakukan akselerasi APBN semaksimal mungkin, karena saat ini APBN merupakan sumber penting dalam memutar ekonomi nasional. Kemudian, Kemudahan akses ke institusi keuangan, khususnya perbankan. Kebijakan kredit tanpa jaminan harus diperluas untuk sektor-sketor produktif usaha kecil menengah rakyat. Lalu melakukan Perluasan Bantuan Tunai Langsung (BTL), untuk menyangga daya beli rakyat yang tergerus karena menurunnya penerimaan rumah tangga, sementara harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak. Mendorong percepatan Proyek padat karya agar dapat menyerap tenaga kerja di daerah serta memberikan insentif atau pengurangan pajak terhadap barang dan produk tertentu agar Indonesia bisa menjadi sorga belanja bagi turis2 manca negara.

Terkait dengan adanya sejumlah sektor industri mulai terdampak akibat biaya produksi yang naik terutama industri yang menggunakan bahan baku berasal dari impor, dirinya mendorong Komisi XI DPR meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tegas dalam memberikan sanksi kepada para spekulan dolar yang mengambil untung saat nilai tukar rupiah melemah.

“Komisi III DPR dan Komisi XI DPR akan meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kemenkeu, BI, dan OJK, untuk dapat mengungkap jaringan spekulan dolar dan mempersempit ruang gerak spekulan dolar, guna mencegah terjadinya krisis keuangan,” jelasnya.

Next Page, Dolar Akan Turun Ketika Jokowi Lengser?

(Eka)