Epilog

Dalam tulisan sebelumnya sudah disampaikan, Indonesia mengalami Twin defisit, ditambah tekanan global yang selalu menghantui fundamental ekonomi Indonesia yang lemah. Ekspor tak mampu menyerap devisa lebih banyak. Impor meningkat tajam didorong bahan baku pembangunan infrastruktur. Investasi langsung maupun investasi tidak langsung belum memberikan dampak yang signifikan.

Namun seringkali yang kerap dilupakan adalah remitance dari TKI di luar negeri, meskipun masih kalah dengan Filipina.

Sekali lagi, Dolar pulang kampung apakah karena Jokowi sudah tidak didukung AS lagi? kemudian memilih mengumpulkan Taipan (China) untuk membawa dolarnya masuk ke Indonesia?

Bagi AS, Freeport dan Blok Rokan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, tapi sebaliknya, bagi AS adalah pengurangan keuntungan. Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) merugikan Visa/Mastered sehingga AS meninjau ulang Bebas Bea Impor barang ke AS.

Apakah George Soros-George Soros yang lain siap meruntuhkan Ekonomi Indonesia? Keuntungan apa yang mereka harapkan?

[pdfjs-viewer url=”http%3A%2F%2Fwww.aktual.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F09%2FFanzine-070918_Rupiah-Loyo-Tanda-Krisis-Ekonomi-Realistis-atau-HoaX.pdf” viewer_width=100% viewer_height=1360px fullscreen=true download=true print=true]

(Eka)