18 April 2026
Beranda blog Halaman 40060

Perkuat Potensi Ekonomi, Mendes Target Setiap Desa Miliki BUMDes

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, akan terus mendorong kemandirian desa dalam bidang ekonomi melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan perekonomian desa.

Menteri Desa, Marwan Jafar dalam pernyataan tertulis yang diterima Aktual (10/1) mengatakan, desa perlu diorong untuk dapat mandiri dalam bidang ekonomi dengan memanfaatkan produk unggulan lokal yang menjadi basis potensi ekonomi desa, yang akan dikembangkan secara lebih produktif.

“Tentunya dengan didukung infrastruktur dan suprastruktur perekonomian desa, salah satunya dengan membentuk dan mengembangkan BUMDes,” terang Marwan, di Jakarta (10/1).

Lebih lanjut, Marwan menjelaskan, hingga saat ini baru ada sekitar 2 ribu BUMDes dari 74 ribu desa yang ada di Indonesia.

“Artinya, masih banyak desa yang belum mampu berdaya saing dalam bidang ekonomi. Padahal, saya yakin setiap desa memiliki produk unggulan yang jika dimaksimalkan bisa membuat desa tersebut mandiri,” kata Marwan.

Karena itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait pengembangan potensi ekonomi desa dalam membangun peran dan profesionalitas kelembagaan BUMDes.

 “Sebab, bisa saja perlu merevitalisasi pasar desa, membuka akses permodalan koperasi dan UKM desa, dan peningkatan layanan infrastruktur khususnya transportasi dalam mendukung produk unggulan desa,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Klungkung Keluhkan TPA di Sente Bau Busuk

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD Bali Ketut Mandia mengatakan, tempat penampungan akhir (TPA) sampah di Sente, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung keberadaannya sangat meresahkan masyarakat sekitar.
“Masyarakat mengeluhkan TPA Sente karena bau busuk, sampah sampai keluber ke luar dan dihinggapi banyak lalat,” kata Ketut Mandia yang juga ketua adat Pikat, Klungkung, Minggu (11/1).
Apalagi, bau busuk itu sangat menyengat ketika musim hujan air rembesan sampah masuk wilayah pemukiman ke Banjar Sente di sebelah timur TPA. “Kondisi demikian harus segera mendapat penanganan dari Pemkab setempat, jika dibiarkan akan sangat mengganggu kesehatan masyarakat.”
Oleh sebab itu Pemkab Klungkung diingatkan mencari alternatif mengatasi masalah tersebut, mengingat kondisi TPA Sente tidak memungkinkan lagi untuk dimanfaatkan, karena sudah penuh.
Dia menilai, jika hal tersebut dipaksakan akan mengganggu lingkungan sekitar, jika pengembangan terkendala lahan, Pemkab Klungkung bisa bekerja sama dengan TPA di Bangli yang lebih luas.
Menurut Mandia ada alternatif lain, yakni dengan melakukan pengolahan sampah organik dan sampah plastik. Perlu dilakukan pula pemilahan sampah sejak awal, dengan cara menglah terutama memilah sampah plastik maka volume sampah bisa ditekan sampai 50 persen.
“Sejauh ini pengolahan sampah hanya wacana saja,” kata Mandia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dinkes Lebak Banten Puskesmas Waspadai Penyebaran DBD

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak meminta pusat kesehatan masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah disaat musim hujan yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
“Kami menginstruksikan semua puskesmas dapat melakukan pencegahan penyakit DBD ini,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Lebak, Banten, Firman Rahmatullah, saat dihubungi, Minggu (11/1).
Dia mengimbau sebanyak 42 puskesmas di 28 kecamatan dapat meningkatkan kewaspadaan penularan penyakit DBD sehubungan curah hujan cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir. Dia mengatakan, biasanya curah hujan tinggi bisa menimbulkan penyebaran penyakit DBD melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang berkembang pada genangan air itu.
Masyarakat mengaktifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M (menimbun, menguras dan menutup) barang-barang bekas agar tidak dijadikan populasi nyamuk DBD. Selain itu juga mengenakan kelambu, menggunakan obat nyamuk, menutup lubang potongan bambu dan menyebar abate di kamar mandi.
Gerakan PSN ini, kata dia, untuk mencegah kasus kejadian luar biasa (KLB) berbagai penyakit menular,diantaranya penyakit DBD itu. “Kami berharap petugas Puskesmas dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan penyakit DBD agar tidak terjadi kasus KLB,” kata dia.
Menurut dia, penyebaran penyakit DBD ditimbulkan akibat lingkungan kurang bersih, sehingga memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegepty. Karena itu, kata dia, masyarakat tetap harus mewaspadai serta memerhatikan lingkungan di manapun berada, sebab pemberantasan nyamuk DBD harus melibatkan semua komponan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat peduli terhadap gerakan antisipasi penyebaran DBD.”
Salah seorang warga Malingping Kabupaten Lebak Dini mengaku selama empat hari terakhir kondisi tubuhnya mengalami demam dan keluar keringat dingin. Dia pun mengaku terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk mendapat pertolongan medis.
“Kami setelah ditangani IGD RSUD setempat dinyatakan positif terkena penyakit DBD dan harus dirawat total.”
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mandala, Kabupaten Lebak, Haerudin, mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyebaran DBD karena banyak genangan air di lingkungan tidak berjalan.
Biasanya, genangan air yang tersumbat berpotensi berkembangbiaknya nyamuk DBD. Dia mengaku telah mengoptimalkan kegiatan penyuluhan kesehatan di lingkungan masyarakat. Kegiatan penyuluhan itu bentuk pencegahan terhadap penyebaran penyakit yang mematikan itu, terlebih saat ini tibanya musim hujan.
“Kami sekarang membuka pelayanan kesehatan 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk penanganan DBD,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BPBD Lebak Turunkan Status Siaga menjadi Waspada Pasca Banjir

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menurunkan status siaga menjadi waspada banjir dan longsor sehubungan debit air permukaan Sungai Ciujung-Ciberang kembali normal.
“Penurunan status bencana banjir dan longsor itu karena sudah enam hari terakhir di daerah ini tidak diguyur hujan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi, Minggu (11/1).
Menurut dia, sebelumnya bencana banjir dan longsor pekan lalu merendam 1.567 rumah di empat kecamatan, antara lain Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Wanasalam dan Banjarsari.
Banjir di empat kecamatan itu akibat meluapnya Sungai Cisimeut, Ciberang, Cimoyan dan Ciliman. Selain itu juga bencana longsor menimpa sebanyak 15 rumah dan diantaranya sembilan unit rusak parah.
Kebanyakan longsor itu menimpa warga Desa Cirompang Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Lokasi permukiman warga di desa itu berada di perbukitan dan pegunungan, sehingga rawan terjadi pergerakan tanah jika curah hujan tinggi.
“Bencana banjir dan longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun ratusan hektare sawah terancam puso akibat terendam banjir.”
Meskipun status waspada, tetapi pihaknya meminta warga yang berada di permukiman bantaran sungai meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam. Diprediksikan puncak hujan akan terjadi pertengahan Januari 2015.
“Kami mengingatkan warga agar mewaspadai bencana alam jika hujan terjadi terus menerus,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gerindra: Penunjukan Budi Gunawan Sudah Benar

Jakarta, Aktual.co —  Tidak mungkin Jokowi sebagai Presiden tidak meminta pendapat atau rekomendasi dari KPK dan PPATK  dalam hal pemilihan Kapolri yang baru.

“Sudah pasti dalam memilih Budi Gunawan sebagai Kapolri baru, diam-diam pasti Jokowi meminta pendapat KPK dan PPATK. Selain faktor rekomendasi yang kuat dari Megawati untuk mendorong Budi Gunawan sebagai Kapolri,” kata Ketua DPP Gerindra, FX Arif Poyuono dalam pernyataan tertulis yang diterima Aktual, Minggu (11/1).

Arif melihat, dari sisi profesionalitas Budi Gunawan cukup bagus. Dia adalah pemegang Bintang Makayasa saat menjadi siswa Akpol.

“Serta pengalamannya dua kali menjadi Kapolda serta menjadi Kadiv Propam dan mengurus Diklat Polri. Artinya Budi Gunawan sudah banyak pengalamannya dan cukup pantas untuk jabatan Kapolri,” tambah Arif.

Namun tantangan yang akan dihadapi Budi Gunawan cukup berat. Seperti ketertiban dan keamanan dalam negeri yang buruk; kejahatan trans internasional peredaran narkoba dan ancaman teroris yang berbuah travel warning dari Amerika Serikat dan Australia.

“Kriminalisasi yang sering  dilakukan oleh oknum Polri terhadap masyarakat dan pembinaan terhadap anggota Polri yang sering mengunakan jabatannya sehingga merugikan masyarakat juga menjadi PR berat bagi Budi Gunawan,” tegas Arif.

Namun tantangan terberat Kapolri baru ini sebenarnya adalah tugasnya untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi dalam hal memberantas pungli, korupsi dan kriminalisasi di sektor bisnis .

“Pemberantasan pungli dan korupsi dan kriminalisasi yang ditujukan pada pengusaha oleh oknum Polri,” tutup Arif.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Malang Diminta Operasikan RUSD Setempat

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Jawa Timur, mendesak pemkot setempat segera mengoperasikan keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sudah selesai dibangun.
“Perda pengoperasian RSUD sudah disahkan, sarana dan prasarana penunjang juga tinggal melengkapi saja. Memang untuk sumber daya manusianya belum mencukupi, tapi itu kan bisa dilengkapi sambil jalan, bukan malah dibiarkan seperti sekarang ini,” kata anggota Komisi D DPRD Kota Malang Hadi Susanto, di Malang, Minggu (11/1).
Dia mengatakan, pengoperasian RSUD dijadwalkan pada pertengahan tahun lalu, namun sampai sekarang belum juga terealisasi. Dia mengaku akan melakukan kunjungan atas keterlambatan itu. Kabarnya, kata politisi PDI Perjuangan itu, persiapan pengopearsiannya sudah 100 persen, namun apakah itu benar atau masih ada kekurangan fasilitas.
“Kami akan melakukan pengecekan dalam waktu dekat ini, sehingga kekurangannya bisa dilengkapi dan RSUD tersebut bisa segera dioperasikan.”
Menanggapi desakan legislator tersebut, Direktur RSUD Kota Malang Husnul Muarif mengaku, saat ini tenaga dokter baru ada tiga orang dan tenaga paramedis, seperti perawat dan bidan sebanyak delapan orang. Selain itu, juga sudah ada tenaga keuangan, hukum, dan administrasi umum.
Saat ini, lanjutnya, Bagian Umum Pemkot Malang sedang memetakan sejumlah tenaga dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk dialihkan ke RSUD. RSUD baru ini menunggu tambahan tenaga dari hasil rekrutmen CPNS pada 2014 dan informasi dari BKD pengumumannya tahun ini.
Untuk kelengkapan bangunan fisik, katanya, sudah selesai 100 persen, sedangkan untuk sarana dan prasarana penunjang, seperti peralatan medis dan tenaga paramedis baru mencapai 80 persen, bahkan kamar jenazah masih belum ada.
“Sebenarnya, untuk sarana sudah ada semua. Hanya saja ada kekurangan sedikit di tiap bagian, misalnya, peralatan di ruang operasi dan di laboratorium masih perlu ditambah, sedangkan tempat tidur pasien sudah siap sebanyak 50 unit,” kata Husnul.
Sementara untuk tenaga medis di RSUD masih kurang banyak. Pemkot Malang baru melantik empat pejabat di RSUD, yakni Direktur, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pelayanan Penunjang dan Sarana Pelayanan Kesehatan, serta Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan.
Menurut rencana, RSUD yang dibangun sejak 2011 dengan dana sebesar Rp70 miliar itu bakal dioperasikan secara resmi pada 1 April 2015. Saat ini, RSUD sudah dimanfaatkan untuk membuka poliklinik umum.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain