19 April 2026
Beranda blog Halaman 42368

Ego Koalisi Dianggap Penyebab KIH-KMP Tak Bisa Bersatu

Jakarta, Aktual.co — Wakil ketua umum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih segera berdamai.
Dia memberi saran agar kedua kubu yang berseteru akibat berebut jatah pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan itu agar tidak saling ego.
“Hilangkan ego koalisi. Ini kan DPR lembaga milik rakyat,” kata Agung kepada wartawan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11). 
Konflik internal di DPR, kata bekas Menko Kesra itu, terjadi karena ada ego koalisi yang sangat kuat dalam perebutan kursi pimpinan, baik di DPR, MPR maupun alat kelengkapan dewan. Walhasil semua kursi pimpinan itu dikuasai oleh Koalisi Merah Putih. 
Sementara PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilihan legislatif dan fraksi lainnya di KIH tak kebagian satu pun kursi pimpinan. Sebaiknya, menurut Agung, kursi pimpinan dibagi secara proporsional dan mencerminkan seluruh potensi yang ada. 
“Jangan dibagi begitu berdasarkan koalisi-koalisian, ya begini akibatnya jika ego koalisi sangat kuat,” kata Agung. 
Menurut Agung, untuk menghilangkan ego koalisi harus ada campur tangan dari Ketua Umum partai politik. Untuk itu dia pun menyarankan agar semua ketum partai turun gunung menengahi konflik internal yang terjadi di DPR. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jumat Kliwon, Siswa Gaduh Lihat Babi Hutan

Semarang, Aktual.co — Warga Sokorejo heboh digemparkan seekor babi hutan memakan rumput disudut Taman Kota Sokorejo, Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Penemuan itu terjadi bertepatan dengan hari Jum’at Kliwon. 
Awalnya, hewan langka itu ditemukan siswa SDN Baros 1 ketika jalan sehat pada pagi hari yang diadakan pihak sekolah. Jalan sehat dimulai pukul 06.15 WIB. Start rute dari SDN hingga finish Taman Kota.
Ani, guru SDN setempat dan sekaligus penangungjawab kegiatan jalan mengatakan anak didiknya sempat gaduh ketika melihat babi hutan di Taman Kota Sokorejo.
“Ketika kita sampai finish pukul 07.00 WIB. Lalu, siswa sedang bermain di sekitar taman sambil berteriak-teriak. Bu guru, ada babi, ada babi,” ujar dia, ditemui di tempat kerja SDN 01 Baros Kota Pekalongan, Jum’at (7/11).
Sang guru pun menghampiri siswa yang gaduh menemukan babi hutan sedang memakan rumput. Anak didiknya pun dilarang mendekati. “Saya khawatir saja itu babi jadi-jadian. Maka, anak-anak dilarang untuk mendekat,” ujar dia.
Jum’at Kliwon atau hari yang dikenal cukup mistis tersebut, banyak disangkutpautkan dengan hal-hal yang aneh diluar logika. Lebih dikaitkan dengan “ngepet’ oleh seekor babi.
Selanjutnya, babi hutan itu ditangkap warga beramai-ramai dan dibawa ke Taman Kota Sokorejo. Babi hutan kemudian diserahkan kepada pengelola taman kota untuk dipelihara.

Napi Lapas Kerobokan Tewas Gantung Diri

Denpasar, Aktual.co — ‎Ropik Bin Pupon (26), seorang narapidana Lapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar ditemukan tewas mengenaskan. Pemuda asal Kopenbaya, Banyuwangi, Jawa Timur tewas gantung diri.
Ropik mengakhiri nyawanya dengan seutas tali rafia di belakang gedung lapas terbesar di Bali itu. Kapolsek Kuta Utara, Ajun Komisaris Ronny Riantoko Epang menuturkan, jasad Ropik ditemukan sekira pukul 13.00 WITA. 
“Korban pertama kali ditemukan oleh rekan dan petugas lapas,” kata Ronny, Jumat (7/11).
Dari keterangan yang dihimpun, Ronny melanjutkan, Ropik merupakan sosok mudah tertidur lelap di manapun berada. Kala Ropik bergi beberapa jam lamanya tak terlihat batang hidungnya, rekan korban mulai mencarinya. Apalagi, kala jam luar sel telah habis, Ropik tak kunjung kembali ke selnya.
“Petugas dan rekan mencari di sekitar selnya di Blok G. Tapi dia tidak ditemukan juga,” papar Ronny. Ropikakhirnya ditemukan di halaman belakang Blok H. Namun, kondisinya telah tewas.
Ia melanjutkan, tak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban napi narkoba itu. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Ronny.
Tak jauh dari napi yang baru mendekam sejak bulan Juni itu petugas menemukan singlet warna putih, celana dalam abu-abu merk crocodile, topi warna coklat, celana pendek jeans warna biru, sandal jepit warna putih merk swallow, pisau yang dibungkus selang dan juga ditemukan tali plastik

Ahok: Parkir Meter Segera Diterapkan di Kelapa Gading

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan uji coba sistem parkir meter di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah sebelumnya diterapkan di kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat.

“Setelah Sabang, kami mau perluas sistem parkir meter ke wilayah Kelapa Gading. Rencananya uji coba akan dilakukan pada Desember 2014,” kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (7/11)

Menurut dia, uji coba yang dilakukan di kawasan Kelapa Gading itu masih akan menggunakan uang koin, dan tarifnya pun sama seperti di kawasan Sabang, yaitu Rp5.000 per jam untuk mobil dan Rp2.000 per jam untuk motor.

“Diharapkan dengan diberlakukannya sistem parkir meter tersebut, maka selanjutnya parkiran di sepanjang kawasan Kelapa Gading akan semakin tertib dan rapi,” ujar Basuki.

Di sisi lain, dia menuturkan saat ini Pemprov DKI Jakarta juga berencana untuk segera menerapkan parkir meter dengan sistem pembayaran melalui uang elektronik atau e-money.

Beberapa bank yang diikutsertakan dalam penerapan pembayaran parkir meter secara elektronik tersebut, diantaranya Bank DKI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri.

“Sejauh ini, bank-bank tersebut sudah setuju untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam penerapan pembayaran parkir meter secara elektronik. Jadi, nanti bayar parkir meter pakai kartu, bukan uang koin lagi,” tutur Basuki.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengungkapkan pihaknya akan segera mengerahkan sejumlah petugas untuk menyelesaikan permasalahan telnis terkait penerapan e-money di lapangan.

“Rencananya, uji coba penggunaan e-money untuk pembayaran parkir meter itu akan mulai kita laksanakan pada minggu kedua bulan November 2014. Para petugas IT akan menghubungkan jaringan bank dengan mesin parkir meter,” ungkap Sunardi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri Tak Lapor LHKPN, Diduga Memiliki Aset Bermasalah

Banda Aceh, Aktual.co — Menteri yang belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) diduga memiliki aset yang bermasalah secara hukum. Sehingga, para menteri itu berupaya untuk mengalihkan asetnya pada pihak lain sebelum melapor ke KPK. 
Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Syah Kuala, Aceh, Aryos Nivada saat dimintai tanggapan terkait sejumlah menteri yang belum menyerahkan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (7/11).
“Faktor lain yang membuat menteri enggan menyerahkan LHKPN itu adalah karena tidak berintegritas. Ini soal karakter pribadi. Seharusnya, ketika menjadi pejabat publik, menteri itu menyadari mereka harus terbuka dengan kekayaan yang dimilikinya,” sebut Aryos.
Selain itu, sambung Aryos, para menteri yang belum menyerahkan LHKPN itu beralasan sedang sibuk menata struktur pejabat di lingkungan kementeriannya. Namun, sejatinya, kesibukan tidak dijadikan alasan sehingga lambat menyerahkan LHKPN kepada KPK.
“Saya melihat ada juga kemungkinan bahwa partai politiknya belum memberikan intruksi tegas agar mereka menyerahkan LHKPN ke KPK. Partai politik yang memiliki kader menjadi menteri harus mengintruksikan itu. Agar para menteri ini cepat menyerahkan LHKPN,” ujarnya.
Dia menyesalkan sikap menteri yang lambat menyerahkan LHKPN tersebut. Seharusnya, menteri itu bisa memberi contoh yang baik untuk publik bahwa aset mereka juga patut diketahui masyarakat.
“Lebih baik presiden juga mengingatkan menteri itu agar segera menyerahkan LHKPN. Ini menandakan kabinet ini kabinet terbuka dan kabinet kerja,” pungkasnya. 
Sampai saat ini, baru lima menteri yang menyerahkan laporan harta kekayaan ke KPK, yaitu Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokraksi, Yuddy Chrinandi dan terakhir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Pendiri Demokrat Minta Kader Tak Dorong SBY Maju Calon Ketum Lagi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Forum Deklarator dan Pendiri Partai Demokrat Vence Rumangkang yakin Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan mencalonkan diri lagi di kongres Demokrat yang diselenggarakan tahun 2015.
Vence juga meminta kader PD untuk tidak mendorong SBY untuk maju menjadi ketua umum lagi.
“SBY berkali-kali mengatakan sebelum KLB Bali bahwa beliau hanya akan menjadi ketua umum sampai kongres PD 2015. Dengan demikian saya harap tidak ada lagi kader yang mendorongnya untuk menjadi ketua umum,” kata Vence dalam deklarasi Akbar Yahya Yogerasi sebagai calon ketua umum, di Jakarta, Jumat (7/11).
Keyakinannya, kata dia, karena sejak awal pendirian Partai Demokrat, SBY tidak pernah mau didaulat menjadi ketua umum dan juga dimasukkan dalam akte pendirian PD.
“Ketika kami mendirikan Partai Demokrat, kami menawarkan SBY untuk menjadi ketua umum dan pendiri Partai Demokrat, SBY menolak karena saat itu memang beliau masih menjabat sebagai menkopolkam. Ketika KLB saya secara tertulis maupun lisan meminta beliau untuk mengambil alih, diterima karena kondisi PD yang sedang kacau,” kata dia.
Dia mengharapkan kader-kader PD sadar bahwa harus ada regenerasi kepemimpinan di PD dan SBY sebagai kader yang berhasil harusnya didorong untuk bisa menduduki jabatan-jabatan yang lebih tinggi di tingkat internasional.
“Kita ingin SBY berkiprah di dunia international untuk bisa mendedikasikan dirinya untuk masyarakat yang lebih luas lagi. Selama 10 tahun SBY telah berhasil memimpin Indonesia. Jangan kecilkan peran,” kata dia.
Terkait kehadirannya dalam deklarasi Akbar Yahya Yogerasi, Vence mengatakan dirinya sebagai pendiri maupun deklarator menginginkan banyak calon ketua umum yang akan tampil. Dia mendukung siapapun yang akan maju sebagai ketum.
“Semakin banyak calon semakin baik. Perjuangan saat ini berbeda dengan dulu. Saat ini kita memerlukan kader yang segar untuk memimpin partai yang tidak punya dosa,” kata dia.
Dia yakin akan ada 4-5 calon ketua umum yang akan maju. Dia pun yakin nantinya yang menjadi ketua umum adalah kader PD yang terbaik.
“Minggu depan Sys NS akan deklarasi juga. Yang terbaik akan menang. Kami tidak berani mengklaim partai sebagai milik pendiri. Siapapun boleh mencalonkan diri jadi ketum.”
Menurut dia, yang juga tidak boleh dilupakan adalah ketua umum yang baru bisa mengembalikan jati diri partai dan mengembalikan hak pendiri sesuai akte pendirian partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain