18 April 2026
Beranda blog Halaman 42382

Nil Maizar: Persipura vs Persib “Perang” Lini Tengah

Jakarta, Aktual.co — Mantan pelatih Semen Padang, Nil Maizar berpendapat, laga final Liga Super Indonesia 2014 antara juara bertahan Persipura Jayapura melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/11) malam nanti, terjadi “perang” lini tengah.

“Kalau menurut saya luar biasa, ini pertandingan seru, menarik dan sangat dinantikan oleh masyarakat pecinta sepak bola di tanah air, perang barisan tengah akan terjadi,” ujar Nil Maizar , melalui telepon seluler terkait final LSI 2014, Jumat (7/11).

Nil yang sempat membesut Timnas Indonesia saat kubu PSSI terpecah belah pada tahun lalu itu menjelaskan bahwa kedua tim yang berlaga di final LSI 2014, sama-sama mempunyai misi ingin meraih kemenangan dan menunjukkan siapa yang terbaik di Indonesia.

Persib Bandung pada musim ini dibesut pelatih kawakan Djajang Nurjaman yang kaya pengalaman berlatih, apa lagi didukung dengan pemain-pemain yang berkualitas untuk mewujudkan dahaga juara yang dinantikan selama kurang lebih 19 tahun itu.

Tim Maung Bandung yang didukung ribuan Bobotoh-nya (suporter fanatik) datang ke Jakabaring dengan kekuatan penuh, tercatat skuat pasukan biru langit itu dihuni oleh materi pemain yang tidak kalah mentereng dari lawannya Persipura Jayapura.

Sebut saja ada, kiper I Made Wirawan yang telah beberapa musim terakhir begitu loyal di tim asal Jawa Barat itu, di lini belakang Abdul Rahman, Ahmad Jufriyanto, Vladimir, Toni Sucipto di bek kiri dan di bek kanan ada Supardi.

Di lini tengah ada pemain yang kaya pengalaman dan telah beberapa kali mencicipi juara liga Indonesia bersama dengan klub berbeda yakni Firman Utina si pengatur serangan, Atep, Hariono, M. Ridwan, Taufiq dan Makan Konate yang tampil gemilang saat Persib mengalahkan Arema Cornos di semifinal.

Lalu di lini depan ada, Djibril, Tantan dan mantan striker Persiwa Wamena Ferdinan Sinaga.

Sementara, sang juara bertahan asal timur Indonesia, Persipura Jayapura, lanjut Nil yang pada musim ini telah menandatangani prakontrak dengan Pusam, tim asal Kalimantan untuk berlaga pada LSI musim depan menjelaskan bahwa sosok Boaz TE Salossa dalam tim itu sangat berpengaruh.

Yang didukung oleh Lim Jun Sik, Robertino Pugliara, Gerald Pangkali dan Imanuel Wanggai dibarisan tengah.

Di tambah lagi, tim itu dalam beberapa tahun belakangan ini jarang terjadi perombakan besar-besaran, sehingga sejak 2008 hingga sekarang ini, Persipura Jayapura telah merengkuh piala Liga Indonesia sebanyak tiga kali bersama pelatih Jacksen F Tiago.

Meskipun dalam laga perdelapan final sempat diterpa isu kepergian pelatih asal Brasil itu dan menderita dua kali kekalahan, tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu dipimpin kwartet pelatih Mettu Dwaramuri, Fabio Petedinho, Oswaldo Lessa dan Chrisleo Yarangga menujukkan kecenderungan positif.

“Mereka bisa ke final LSI 2014 setelah mengalahkan saudara muda Persib Bandung, yakni Pelita Bandung Raya dengan skor 2-0, lewat gol kapen tim Boaz Salossa,” katanya.

Apa lagi pada musim ini, tim “Mutiara Hitam” punya pengalaman bertanding di Piala AFC yang akan menjadi modal baik untuk meladeni Persib Bandung di final LSI.

“Buat saya laga ini akan berjalan ketat, menarik dan seru. Sama-sama punya kiper yang bagus, pertahanan yang kokoh, lini tengah yang kuat dan penyerang yang haus gol,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

“Indonesian Dance Festival” Bentuk Pengabdian IKJ Untuk Masyarakat

Jakarta, Aktual.co — Tahun ini telah diadakan acara kegiatan para seniman tari yang sudah memasuki usia ke 22 Tahun. Indonesian Dance Festival (IDF) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian untuk masyarakat dari IKJ.
Indonesia Dance Festival menilik ulang sejarahnya, festival yang didirikan pada 1992 ini bertujuan mengisi kekosongan festival tari yang berfungsi sebagai ajang regenerasi insan tari Indonesia. Awalnya, IDF adalah perayaan ragam karya koreografi sebagai wahana untuk membuka diri terhadap segala perbedaan identitas sebagai sumber terciptanya berbagai kemungkinan dialog atau bentuk-bentuk kolaborasi guna mendorong kreativitas kepenarian dan koreografi seniman tari Indonesia.
“Dengan pertemuan itu mereka akan berbagi pengalaman, saling belajar dan melakukan dialog kreatif. Dan publik dapat menikmati karya-karya mereka yang terus berkembang,” jelas Maria Darmaningsih, selaku Direktur IDF 2014 yang hadir pada acara Showcase, Kamis (6/11).
IDF kali ini, sambungnya, mengangkat tema Expand, untuk menegaskan bahwa seni tari akan terus berkembang, menjelajah ke mana saja, bertemu dengan siapa saja, termasuk berbagai bidang seni lain untuk saling memperkarya perspektif masing-masing.
Buat Anda yang ingin mengakhiri weekend dengan menyenangkan Anda dapat berkunjung untuk menonton IDF 2014 di Taman Ismail Marzuki di Jakarta, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2014.

Klaim Tiga Kali Lapor LHKPN, Menteri Siti: Saya Paling Melerat

Jakarta, Aktual.co — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengklaim, sudah menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Saya sudah isi LHKPN tiga kali. Yang terakhir saya isi masih di bawah tahun 2012. Saya akan isi lagi saya kira tidak sulit,” kata Siti usai bertemu dengan pimpinan KPK, Jumat (7/11).
Namun, Politikus asal Partai Nasdem itu tak menyebutkan nominal hartanya. Dia beralasan malu untuk mengungkapkan nominal hartanya itu. Bahkan dia pun menyebut, dirinya sebagai menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla paling miskin.
“Malu deh. paling melarat kali. (Ada dibawah Rp 10 miliar) pasti di bawah.”
Meski begitu, dia mengaku akan memeriksa semua berkas-berkas miliknya. Dia mengklaim, LHKPN miliknya banyak yang dimutasi. “Kan LHKPN saya yang dilaporkan banyak yang mutasinya. Kalau kurang kenapa? kalau nambah berapa lalu hitungan antara kurang dan tambahnya itu gimana. Ya entar secepatnya saja.”
Seperti diberitakan sebelumnya, ‎laporan Siti tanggal 12 Maret 2008 saat menjabat Sekretaris Jenderal DPD, t‎otal harta Siti terdiri dari tanah dan bangunan Rp 1,27 miliar (sebelumnya Rp 255 juta); alat transportasi Rp 105 juta; giro dan setara kas Rp 86 juta; utang Rp 425 juta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Tiket VVIP Final ISL Rp100 Ribu

Jakarta, Aktual.co — Panitia penyelenggara pertandingan final Indonesia Super League (ISL), telah menyediakan tiket. Dan tiket termahal, yaitu kelas VVIP, dibanderol sebesar Rp100 ribu.

Selain itu, untuk tiket termurah, panitia membanderol dengan harga Rp20 ribu, untuk kelas tribun.

Dalam pertandingan final ini, akan mempertemukan klub Persipura Jayapura melawan Persib Bandung, yang akan digelar di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/11) malam nanti.

Berikut harga tiket laga Final ISL 2014 seperti dilansir kiostix.com:

VVIP, harga Rp100.000
VIP Barat, harga Rp50.000
Tribun Timur, harga Rp20.000
Tribun Utara dan Selatan, harga Rp20.000

Artikel ini ditulis oleh:

Aneka Produk Kreatif Daun Mejeng di Festival Hijau

Jakarta, Aktual.co — Aneka barang hasil kerja kreatif terbuat dari daun meramaikan Festival Hijau di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung yang diselenggarakan Forum Komunitas Hijau bekerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat.
Festival Hijau yang digelar di Lapangan Sriwijaya Baradatu, Waykanan, Jumat (7/11), ditampilkan produk kreativitas pelajar, antara lain topi, pakaian hingga reog yang dibuat dari beragam jenis daun, seperti daun nangka, pisang, jati, kelapa hingga daun kunyit.
“Pas dan seru, saya tidak malu mengenakan pakaian terbuat dari daun,” ujar Elpin, pengajar SDN Tiuh Balakpasar Baradatu.
Dalam kegiatan ini, komunitas sepeda ontel juga tampil dengan mengenakan pakaian veteran.
“Terima kasih sudah berpartisipasi membuat bumi ijo royo-royo. Ramaikan kegiatan ini dengan bersuka cita,” ujar Bupati Waykanan Bustami Zainudin dalam festival yang dihadiri sekitar 5.000 orang pelajar, guru, PNS dan masyarakat umum itu pula.
Peserta kegiatan ini, menurut M Thohir, Ketua Forum Komunitas Hijau Waykanan, antara lain komunitas sepeda dari sejumlah sekolah dan utusan 14 kecamatan se-Kabupaten Waykanan.
“Kemudian karnaval ceria perwakilan dari seluruh SD dan SMP sederajat di Baradatu dan sekitarnya,” kata Thohir lagi.
Para pelajar antusias menabuh kentongan, drumband dan alat musik yang terbuat dari beragam kaleng bekas.
Pendidikan Lingkungan Festival Hijau Waykanan yang melibatkan kalangan pelajar itu, mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.
“Pendidikan lingkungan bagi pelajar di sekolah itu penting dan sangat diperlukan untuk mengenalkan sejak dini tentang pelestarian lingkungan hidup,” ungkap Konsultan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Firmansyam.
“Pendidikan lingkungan dan etika itu penting diberikan kepada pelajar maupun generasi muda, sehingga dapat berperilaku yang baik sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang juga menunjukkan perilaku kurang bermoral,” kata Firmansyam pula.
Pendidikan dan pemahaman pelajar akan lingkungan hidup, demikian Firmansyam, akan lebih baik jika sejak dini disampaikan.
“Mereka harus tahu betul itu, pendidikan lingkungan hidup merupakan program keberlanjutan yang berorientasi ke depan. Saat sudah dewasa, alam bawah sadarnya tidak di situ. Harus ada kesadaran sampah menjadi sahabat kita, dan tumbuhan memberikan sumbangan tanpa pamrih,” sambungnya.
Pelajar harus menyadari perlu hemat listrik, kata Firmansyam lagi. Lampu yang menyala percuma, katanya pula, berarti menghambur-hamburkan biaya.
“Ketika listrik dipakai, ada sumber daya lain digunakan, yaitu sumber daya alam,” katanya.
Kegiatan Festival Hijau yang digelar Forum Komunitas Hijau (FKH) Waykanan di Lapangan Sriwijaya Baradatu, menurut Firmansyam merupakan bagian dari Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).
“Intinya, sebuah kota harus mengembangkan konsep hijau, antara lain ada komunitas hijau. Kegiatan ini juga untuk menyadarkan masyarakat perlu kota hijau, orang tidak membuang sampah sembarang, dan peran komunitas sangat besar, tidak mungkin tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja,” terang Firmansyam lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sambut Hari Krida, Menpora Lakukan Tes Urine

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi bersama jajarannya, melakukan tes urine bersamaan dengan pelaksanaan Hari Krida di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (7/11).

Tes urine yang dilakukan di lingkungan Kemenpora itu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain pejabat eselon I, II dan III, tes urine ini juga akan diberlakukan kepada seluruh staf yang ada.

“Saya mendukung tes urine ini dilakukan di Kemenpora. Selain untuk mendeteksi kesehatan kita, juga untuk mengetahui apakah di antara kita ada yang terkena narkoba atau tidak,” kata Imam Nahrawi usai pelaksanaan Hari Krida dan tes urine.

Menurut dia, sebagai lembaga negara, Kemenpora harus memberikan contoh. Tes urine ini harus dilakukan secara rutin, agar seluruh kondisi kesehatan semua staf bisa terpantau dengan baik.

Tidak hanya di lingkungan Kemenpora, pengganti Roy Suryo ini juga mengajak kepada semua pemangku kepentingan pemuda maupun olahraga untuk melakukan olahraga di Hari Krida, termasuk tes urine.

“Saya kira kedepan, atlet, PB, ataupun organisasi kepemudaaan kalau bisa ikut senam bersama dan tes urine juga sebagai bentuk kepedulian kita dalam memberantas narkoba,” kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Pelaksanaan senam bersama pada Hari Krida kali ini merupakan yang pertama selama kepemimpinan Menpora Imam Nahrawi. Pria kelahiran Bangkalan, Madura, itu, terlihat sangat antusias mengikuti gerakan senam yang diperagakan instruktur.

“Saya bangga dengan bapak dan ibu sekalian yang sudah dari pagi senam bersama. Semoga kegiataan ini mampu membangkitkan semangat untuk membudayakan olahraga,” kata Imam Nahrawi menegaskan.

Selain membudayakan olahraga, Menpora Imam Nahrawi bersamaan Hari Krida juga melakukan gebrakan dengan memajukan jam kerja di lingkungan Kemenpora. Jam kerja rencananya dimajukan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain