18 April 2026
Beranda blog Halaman 42381

3 Koreografer Muda di Indonesian Dance Festival 2014

Jakarta, Aktual.co — Indonesian Dance Festival (IDF) 2014 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki sejak 4 hingga 9 November telah banyak didatangi oleh sekelompok anak muda bahkan hingga turis mancanegara untuk menontonnya.
Kamis (6/11), pertunjukkan bertema Showcase ini mampu mengambil hati para penonton. Pasalnya Showcase ini menampilkan karya tari dari 3 koreografer muda yang menampilkan karyanya. Seperti “Barangan” oleh Otniel Tasman yang menceritakan mengenai kisah penari Lengger Barangan yang hidup di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. 
Dan berasal dari Jawa yang artinya adalah penari lengger yang mengamen. Tarian ini mendapat sambutan hangat dari penonton dan diikuti tawa karena ada beberapa yang membuat kelucuan sehingga membuat penonton jadi tertawa terbahak-bahak.
“Ghulu” oleh Hari Ghulur. Karya tari bertajuk Ghulur ini adalah sebuah karya yang terinspirasi dari kesenian Topeng Ghulur di desa larangan Barma, Madura. Pertunjukan Ghulur adalah sejenis dialog antara tubuh dengan tanah dengan tarian bergulung-gulung. Karya tari ini juga cukup memukau para penonton untuk tidak mengedip matanya untuk melihat semua gerakan.
“We Were One” oleh Asri Sidowati. We Were One bercerita mengenai manusia dan keberlangsungannya. Yang terinpirasi dari Adam dan Hawa, sosok manusia pertama sebagaimana yang tercantum dalam kitab suci Al Quran dimana laki-laki dan perempuan berawal dari satu tubuh yang sama. Dan tubuh ini berpisah dan menemukan diri mereka masing-masing. Tarian ini juga cukup memukau para penonton yang melihatnya.
Cukup bukti bahwa kreatifitas para koreografer Indonesia memang tiada batas dan layak untuk diapresiasikan.

Kabinet Kerja Tak Serahkan LHKPN, Ruhut: Saya Dukung Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengatakan tidak ada alasan bagi penyelenggara negara untuk tidak melaporkan harta kekayaannya kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK).
Hal itu menyusul belum diterimanya Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 34 menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK.
“Kalau ada yang belum segera melaporkan,  kenapa kok takut kalau hartanya halal,” kata dia, di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (7/11).
Ia pun secara tegas mendukung pernyataan Ketua KPK, Abraham Samad mengusulkan ‘memotong leher’ penyelenggara yang tidak juga berinisiatif melaporkan LHKPN,
“Saya dukung dengan Abraham Smaad yang ingin ‘memotong leher’ karena korupsi ini yang memiskinan masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ini Cara Pengujian Pthalate Pada Loom Band

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa Loom Band merk Xing Long terdeteksi mengandung Pthalate yang berbahaya bagi manusia dengan kadar sebesar 25 persen. Hal ini jauh dari standarisasi Kemendag bahwa suatu barang bisa memiliki kandungan Pthalate dengan nilai 0,1 persen.

Dari sebelas merk yang diuji di Laboratorium Kemendag, hanya merk Xing Long yang terdeteksi, sementara kesepuluh merk lainnya dinyatakan masih batas aman.

Dierktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo mengatakan bahwa pengujian Loom Band tersebut dilakukan selama tiga bulan lebih. Cara pengujiannya dilakukan secara bertahap dan dengan proses tersendiri.

“Ini telah kita lakukan pengujiannya hampir tiga bulan lebih. Ada tahapan-tahapannya jadi ngga bisa sembarangan menentukan begitu saja,” ujar Widodo saat konferensi pers dengan media di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Dari sebelas contoh Loom Band, dilakukan dua uji coba, yaitu uji Pthalate dan uji logam berat. Uji Pthalate berdasarkan EN 71-5 dan uji logam berat berdasarkan ISO 8124,3 tahun 2010.

“Kalau Xing Long yang berbahaya itu aksesorisnya. Mengandung Phthalate sampai 25 persen. Cara ujinya, potongan karet dibagi jadi 5-6 potongan karet kecil, setiap potongan itu lalu kita uji lagi. Jadi ini prosesnya bertahap,” pungkasnya.

Untuk diketahui untuk pengujian Loom Band yang mengandung Pthalate sampel diekstrak menggunakan larutan n-Heksana selama 6 jam, lalu dianalisa dengan mengguanakan alat Gas Chromotography-Mass Spectrometry (GC-MS).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemendag Sita Samsung dan iPhone Tak Berlabel SNI

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Perdagangan (Kemendag) beberapa waktu lalu mengadakan Sidak di Batam, Provinsi Riau untuk memeriksa produk yang tidak sesuai dengan ketentuan Standart Nasional Indonesia (SNI). Sidak tersebut dilakukan karena selama ini banyak aduan dari masyarakat dan pengusaha yang mengatakan bahwa lokasi tersebut banyak produk yang tidak berlabel SNI Wajib.

Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo mengatakan bahwa ditemukan beberapa produk yang tidak sesuai dengan ketentuan SNI Wajib.

“Beberapa waktu yang lalu kami crash program (sidak) ke Batam dan menemukan beberapa produk yang tidak sesuai ketentuan SNI Wajib, seperti tidak mencantumkan label dalam bahasa Indonesia, petunjuk manual tidak dalam Bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi,” ujar Widodo di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Produk-produk yang tidak sesuai SNI Wajib tersebut diantara helm kendaraan bermotor sebanyak 2 merk, penanak nasi sebanyak 3 merk, kipas angin, setrika listrik masing-masing 1 merk, dan telepon seluler sebanyak 2 merk.

“Kalau untuk rice cooker itu merknya MIYA-GO, kalau handphone merk Samsung S5, Samsung Glaxy Note 3, iPhone 5 dan 6. Tapi kalau yang handphone itu, saya rasa lain seperti yang di jual di Jakarta. Selain harganya lebih murah, barang ini masuknya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Untuk diketahui bahwa di Sumatera Timur terdapat 130 pintu masuk ilegal untuk barang-barang impor.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mengandung Bahan Beracun, Loom Band Xing Long Bakal Ditarik dari Peredaran

Jakarta, Aktual.co —  Hasil penelitian dari Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa dari sebelas merk Loom Band terdapat satu merk yang tidak memenuhi syarat mutu, yaitu merk Xing Long.  Merk Xing Long terdeteksi mengandung jenis Pthalate jenis bis (2-ethylhexyl) atau DEHP.

Dierektur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen dari Kementerian Perdagangan, Widodo mengatakan bahwa merk Xing Long akan ditarik dari peredaran. Selain itu dirinya juga mengatakan akan memberikan pengawasan yang lebih ekstra terhadap barang-barang Loom Band.

“Dari sebelas merk terdapat satu merk yang kami lakukan uji lab itu terdeteksi ada jenis Pthalate DEHP yaitu Xing Long. Merk ini akan kami tarik dari peredaran. Kalau dia masih ngeyel, akan kami cabut izinnya,” ujar Widodo di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam merk Xing Long tersebut yang mengandung Pthalate adalah bagian aksesorisnya. Aksesoris tersebut mengandung DEHP sebesar 25 persen, hal ini jauh dari penetapan standarisasi Kemendag hanya 0,1 persen.

 “Jauh sekali dari standart kita yang hanya 0,1 persen. Itu yang terdeteksi dari sebelas merk, nyatanya di pasaran lebih dari itu. Rata-rata semua barang impor,” pungkasnya.

Untuk diketahui Loom Band adalah karet kecil warna warni yang bisa dirangkai menjadi beragam aksesoris seperti gelang, kalung dan lainnya. Dari kesebelas merk yang di uji adalah Monstertail, Lollipop, Colourfull Loomband, Colourfull endless flexible, Loomband Stroberi, Monstertail rainbow loom, Rainbow loom, Rainbow loom endless flexible, Rainbow loom by Choons Designs, dan 1 produk dengan merek dalam huruf China.

Beberapa produk dari Phthalate berfungsi sebagai bahan campuran penghapus agar penghapus menjadi empuk dan lembut. Selain sebagai bahan campuran penghapus, phthalate lazim digunakan sebagai campuran dalam industri plastik agar plastik mudah dibentuk, akan tetapi phthalate ini mempunyai sisi negatif karena dikategorikan sebagai zat yang beracun sehingga sangat berbahaya jika masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang berlebihan.
 
Ilmuwan menemukan manusia yang seringkali berhubungan dengan phthalate akan mengalami keterlambatan pubertas. Sedangkan pengaruh berkepanjangan phthalate bagi ibu hamil adalah dapat mengakibatkan keguguran dan komplikasi pada kehamilan. Selain itu, phthalate juga dapatmemicu kanker (karsinogenik), gangguan sistem saraf, liver, dan gangguan sistem reproduktivitas. Komisi Uni Eropa pun telah menyatakan bahwa phthalate termasuk dalam barang-barang berbahaya. dan phthlate sendiri telah diklasifikasikan sebagai racun dan selanjutnya, bahan plastik yang menggunakan phthalate dilarang untuk material semua mainan dan alat tulis di pasar Uni Eropa.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

“Langit Musik Festival” dari Telkomsel Tampilkan 15 Penyanyi Tersohor Tanah Air

Jakarta, Aktual.co — Telkomsel menggelar langit musik festival yang merupakan sebuah konser musik diselenggarakan bekerja sama dengan para pelaku industri musik digital Tanah Air untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan setia digital music Telkomsel.
“Langit musik festival akan menampilkan lebih dari 15 band/penyanyi kenamaan Indonesia,” kata Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Marina Kacaribu, melalui releasenya di Palembang, Kamis (6/11).
Menurut dia, langit musik festival merupakan kelanjutan dari movement yang dilakukan bersama dengan teman-teman record labels tahun lalu dalam rangka menyambut hari pahlawan.
Langit musik festival akan dilakukan pada 9 November 2014 di area parkir Bekasi Square dan berisi penampilan berbagai musisi ternama Indonesia dari genre yang berbeda, diantaranya dangdut, melayu, pop maupun rock.
Sedangkan artis yang akan tampil juga bervariasi, mulai dari Cita Citata sampai dengan Geisha dan kotak.
Ia mengatakan, untuk masuk ke area festival, para pelanggan Telkomsel cukup membeli tiket masuk dan dapat menikmati privilege khusus di lounge dan mengikuti berbagai games/benefit lainnya dengan cara membeli NSP/lagu dan mendownload aplikasi langit musik.
Sedangkan bagi pelanggan non Telkomsel diharuskan membeli tiket masuk dan membeli starter pack yang ada di venue.
Merekapun kemudian bisa membeli NSP/lagu dan download aplikasi langit musik untuk menikmati berbagai privilege di venue.
“Salah satu cara yang dapat dilakukan para fans untuk menunjukkan sikap peduli mereka terhadap tumbuhnya industri musik Indonesia adalah dengan cara mengunduh lagu secara legal baik melalui NSP, MP3 maupun dalam aplikasi langit musik yang merupakan hasil karya anak negeri dan diperuntukkan bagi kemajuan indistri musik,” ungkapnya.
Ia menuturkan, saat ini langit musik bekerja sama dengan MelOn Indonesia hadir memberikan solusi bagi para penggemar musik di Indonesia, khususnya pelanggan Telkomsel yang menginginkan musik digital secara legal, berkualitas dan mudah.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain