16 April 2026
Beranda blog Halaman 43101

Polda Bekuk Dua Napi LP yang Kabur

Jakarta, Aktual.co — Dua narapidana (Napi) penghuni Lapas Klas IIB Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Jambi yang kabur bersama tujuh napi lainnya, akhirnya mereka tertangkap setelah diperiksa kedua napi positif menggunakan narkoba.
“Setelah dilakukan tes urine ternyata dua napi yang kabur dan kembali tertangkap yakni Jailani dan Akra, positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, di Jambi, Rabu (15/10).
Berkaitan dengan hal tersebut kini Satuan Narkoba Polres Batanghari akan melakukan pengembangan kasus itu dan akan memeriksa kedua napi yang tertangkap itu untuk mengetahui dari mana narkoba itu mereka dapatkan sebelum kabur dari Lapas.
Keduanya telah dilakukan tes urine dan hasilnya positif mengkonsumsi sabu-sabu, kata Almansyah.
Setelah ditangkap pasca melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Muarobulian, keduanya langsung dilakukan tes urine oleh Sat Narkoba Polres Batanghari.
Kesembilan napi itu kabur dari sel tahanan Lapas pada Minggu (12/10) pukul 16.30 WIB, dengan menodongkan senpi jenis revolver kepada petugas, sembilan orang Nara Pidana Lapas Kelas II B Muarabulian berhasil kabur.
Kemudian, mengetahui hal itu, pihak Lapas yang dibantu Polres Batanghari melakukan pengejaran dan aparat berhasil meringkus Jailani dan Akra. Dalam penangkapan tersebut, Jailani yang merupakan mantan polisi harus mendapat hadiah dua timah panas di kakinya karena mencoba melakukan perlawanan saat ditangkap.
Sementara itu saat ini pihak Polres Batanghari dan anggota Polda Jambi terus melakukan pengejaran terhadap tujuh orang napi yang masih berkeliaran paca kabur dari dalam lapas.

Artikel ini ditulis oleh:

Zulkifli Sarankan Jokowi Temui Seluruh Ketua Partai

Jakarta, Aktual.co — Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla pada hari, Senin (20/10), ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie kemarin di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut mantan menteri Kehutanan itu, pemilihan presiden telah usai dilakukan dan saatnya semua tokoh bangsa untuk bersatu membangun bangsa, untuk kesejahteraan semua rakyat.
Zulkifli pun menyarankan Jokowi agar membangun komunikasi politik dengan semua ketua umum partai. Terlebih dengan elite-elite yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) lainnya.
“Saatnya kita bersatu, momentum pelantikan ini bagus, dengan seluruh ketua umum partai. Silaturahmi dengan Prabowo, Pak Amin, Pak Hatta kan bagus,” kata Zulkifli di gedung Parlemen, Rabu (15/10).
Menurut Zulkifli, banyak dampak positif yang akan diperoleh bila tokoh-tokoh bangsa ini bersatu. Selain kondisi iklim politik akan membaik, publik akan merasa tenang dan jauh dari keresahan.
“Tentu juga akan menambah suasana sejuk keyakinan para investor, masyarakat dan lain-lain. Artinya kan silaturahmi itu bisa diteruskan dengan yang lain, semuanya,” kata dia. (Baca: Setelah Bertemu Ical, Jokowi Akan Temui Prabowo)
Sebelumnya, Jokowi berencana menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal itu dilakukan Jokowi setelah dirinya bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Presidium Koalisi Merah Putih (KMP), Aburizal Bakrie, di Restoran Kunstkring, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).
Hal itu disampaikan langsung oleh Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto yang turut menemani Jokowi bertemu Ical.

Artikel ini ditulis oleh:

KMP Amandemen UU Pro Asing, Relawan Minta Jokowi Berperan

Jakarta, Aktual.co — Relawan Jokowi-JK dari Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA), Erwin Usman menyambut baik niat  Koalisi Merah Putih (KMP) untuk melakukan amademen terhadap 122 Undang-Undang yang dinilai banyak mengakomodir kepentingan asing
Namun, kata dia, dalam perubahannya itu harus berlandaskan pada Trisakti dan konstitusi negara Indonesia, yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Dirinya juga mengakui banyak UU yang memang pro terhadap Asing, mulai dari UU penanaman modal, sumber daya alam, bahkan ekonomi.
“Perubahan itu, kalau hakikatnya untuk kepentingan bangsa ini menuju adil dan makmur, saya kira fine dan jalankan saja,” kata dia kepada Aktual.co, di Jakarta, Rabu (15/10).
Dia pun meminta agar Jokowi, selaku presiden RI nantinya memiliki peran dalam hal tersebut. Karena, kata dia, memang faktanya liberalisasi terhadap UU ini memang terjdi, dan itu yang membuat ekonomi dan sumber daya alam Indonesia terpuruk.
Dirinya tidak sepakat jika niat baik KMP dalam amandemen UU pro Asing itu dianggap sebagai uapaya untuk menjegal pemerintahan Jokowi, meski KMP telah menguasai Parlemen.
“Saya kira Jokowi akan sulit untuk dilengserkan. Karena komitmen dia dalam banyak kesempatan visi misinya untuk menegakan Trisakti, dimana kedaulatan dibidang politik include juga hukum, berdikari secara ekonomi dan keperibadian secara kebudayaan,” kata dia. 

Ketua MPR Apresiasi Pertemuan Jokowi-Ical

Jakarta, Aktual.co — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengapresiasi pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie kemarin. 
“Bagus, harus begitu, pelantikan harus dijadikan momentum, saatnya kita bersatu, momentum pelantikan ini bagus, dengan seluruh ketum partai. Tentu pertemuan-pertemuan itu akan menambah suasana sejuk, memberikan keyakinan para investor, masyarakat dan lain-lain. Artinya, kan silaturahmi itu bisa diteruskan dengan yang lain, semuanya,” kata dia di gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (15/10).  (Baca: Jokowi Temui Ical, Golkar Tetap di KMP)
Sebelumnya, Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Restoran Kunstkring, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10). Pertemuan tertutup antara Jokowi dengan Ical  diakui hanya sebagai obrolan saling bertukar pikiran sambil minum kopi.
“‎Yang tadi hampir selama 1 jam kita bertemu dan ngopi bareng. Meskipun tidak suka kopi, tapi tetap biar ngomong tetap santai dan enak. Kami Berdua berbicara banyak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kenegaraan,” kata Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK: Jokowi Belunm Sodorkan Nama Menteri

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku, sampai saat ini belum menerima laporan dari Presiden terpilih Joko Widodo terkait dengan nama-nama menteri yang akan membantunya di kabinet nanti.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, meski pihaknya akan dilibatkan dalam seleksi pemilihan pembantu presiden, namun mantan Gubernur DKI itu sampai saat ini belum menyerahkan nama-nama menteri tersebut.
“Katanya mau melibatkan kita, tapi sampai saat belum ada laporan (nama-nama menteri) tersebut,” kata Juru Johan ketika dihubungi Aktual. Rabu (15/10).
Johan mengaku, tak bisa memberikan pendapat yang lebih jauh, karena menurut dia, pemilihan para menteri itu merupakan hak presiden. “Kita (gak bisa mengkritisi), kita hanya pada posisi memberikan pendapat, itu kah preogratif presiden.”
Ketika disinggung soal tertutupnya pemilihan pembantu presiden, Johan lagi-lagi menyebut itu merupakan hak presiden. “Itu hak presiden. Presiden berhak memilih siapa saja.”
Banyak yang berpendapat seleksi calon menteri yang dilakukan Presiden RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi) secara tertutup merupakan buntut dari gagalnya koalisi tanpa syarat yang digadang presiden asal PDI Perjuangan itu.
Pasalnya, di awal Jokowi sangat berkeyakinan ingin membangun koalisi tanpa syarat, tetapi akhirnya dia sadar kalau itu tidak mudah dilakukan menyangkut dengan pembagian jatah kursi menteri.
Saat ini Jokowi belum bisa mengumumkan menterinya bahkan melakukan seleksi calon menterinya secara tertutup karena memang nama-nama yang sudah dikantonginya itu belum pasti bakal duduk menjadi menteri. Sehingga, ini membuka peluang untuk terjadi tawar-menawar jatah menteri ketika ada nama baru yang masuk.
Kendati tim Jokowi yang sudah merangkum nama para calon menteri itu sudah merasa yakin dengan pilihannya. Namun, dengan dinamika politik saat ini, lagi-lagi Jokowi tidak bisa mengumumkannya.
Diketahui, Jokowi melakukan seleksi calon menterinya secara tertutup. Jokowi berdalih melakukan Ini  menjaga nama baik si calon menteri karena jika gagal akan membuat calon tersebut malu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Jelang Pelantikan Jokowi-JK, MPR Temui Para Ketua Partai Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Jelang acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan akan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari ini, Rabu (15/10).
Rencananya, dia akan menemui Presiden Yudhoyono malam hari, pukul 19.30 WIB.
“Hari ini pimpinan MPR RI, akan berjumpa Pak Hatta Rajasa (Ketum PAN) pukul 13.00 WIB, dengan Aburizal Bakrie pukul 17.00 WIB, dan pukul 19.30 WIB dengan Presiden SBY,” kata Zulkifli Hasan di DPR, Rabu (15/10).
Selanjutnya, MPR RI juga akan bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada hari, Jumat (17/10).
“Dengan Bu Megawati, kami usahakan mencari waktu. Pokoknya kami usahakan terus, harus diusahakan, supaya semuanya cair,” kata dia.
Sebelumnya, pada hari Senin (13/10), Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bertemu Presiden terpilih Joko Widodo untuk menyampaikan undangan pelantikan sekaligus silaturahmi.
Zulkifli mengatakan, apa yang dilakukan pimpinan MPR itu agar publik melihat bahwa tidak ada upaya penjegalan pelantikan Jokowi-JK, dan fokus untuk bangsa.
“Kami ingin menunjukkan kalau sudah kepentingan bangsa, mereka akan bersatu,” kata dia di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (13/10). 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain